Penyanyi solo dan vokalis grup band Indonesia asal Jakarta yang memiliki nama lengkap Irfan Fahri Lazuardy atau yang lebih di kenal dengan nama Ipang Lazuardi (lahir di Bandung, 6 Januari 1972).

Selain bersolo karir Ipang adalah vokalis grup band BIP sampai sekarang. Ipang mulai bergabung dengan grup band BIP pada tahun 2003 sampai sekarang setelah sebelumnya pernah menjadi vokalis dari Plastik Band di tahun 1993 sampai tahun 1999 bersama Aray daulay dan Didit saad pada gitar.

Ipang bergabung dengan BIP pada tahun 2003 menggantikan posisi Irang. Sebelum bersama BIP, Ipang adalah vokalis grup Plastik Band. Hengkang dari Plastik, Ipang sempat bersolo karier dengan aliran baru, tripop. Pergantian vokalis BIP juga menandai perubahan label mereka dari EMI ke Forte Record, juga adanya album baru Udara Segar (2004).

Setelah pernah bersama di Plastik Band akhirnya di tahun 2012 Ipang Lazuardi (vokal), Aray daulay (gitar & vokal) dan Didit saad (gitar & bass) bersama Morris (drum, vokal) eks personil band Hydrant ini membentuk band baru yang bernama “Daddy and The Hot Tea”, yang mengusung warna musik era tahun 1990-an.

Tahun 2008, Ipang berduet dengan Dewiq, istri Pay, rekannya di BIP dalam lagu “Be Te”.[2] Selain duet dengan Dewiq, Ipang juga menyanyikan lagu “Sahabat Kecil” untuk soundtrack film Laskar Pelangi juga dua lagu di film Sang Pemimpi “Apatis” dan “Teruslah Bermimpi”.[3] dan tahun 2010 Ipang berduet dengan K’naan dengan lagu berjudul “Semangat Berkibar”. Terakhir Ipang mempromosikan single terbarunya pada acara DCDC Musik Kita yang disiarkan Global TV pada September 2016. Pada acara tersebut Ipang tampil bersama pendatang baru Street yang diawaki oleh Antoni Sidjabat, Dave Manullang, Oka, dan Yosi.

Sahabat Kecil

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini