Naif - Nyali
POP Indonesia Uncategorized

Naif – Kencan Pertama

Naif merupakan grup musik yang terbentuk dengan formasi awal, David (vokal), Jarwo (gitar), Pepeng (drum), Emil (Bass), dan Chandra (keyboard). Tetapi formasi ini berubah pada tahun 2003, yakni Chandra (keyboard) memutuskan untuk keluar dari band.

Di saat inilah formasi mengalami pergantian, hanya tiga orang saja yang dari awal bertahan, yaitu Jarwo, David dan Pepeng. Hingga suatu saat Chandra datang mengisi kekosongan, disusul Emil. Mereka berlima masing-masing memang memiliki jam terbang sebagai anak band. Bahkan sebelum formasi ini terbentuk mereka secara terpisah pernah berkolaborasi pula. Seperti contohnya David pernah tergabung dalam satu band bersama Emil tanpa Jarwo dan lainnya

Band Naif berdiri pada 22 Oktober 1995, diawal berdirinya band ini, mereka merupakan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang sering kumpul barang. Mereke memutuskan mengeluarkan album perdana ditahun 1998 dengan judul “Naif” dengan lagu hitsnya yang berjudul “Mobil Balap”.

Di tahun 2005 mereka meluncurkan 2 album sekaligus yaitu “The Best of Naif” dengan lagu hitsnya “Air dan Api” dan album “Retropolis”. Setelah itu tahun 2007 album “Televisi” mereka rilis dipasaran yang membawakan 13 lagu dengan lagu utamanya “Ajijong”.

Album “Let’s Go!” dirilis ditahun 2008, album ini dijual secara gratis melalui majalah Rolling Stone Indonesia, mereka lakukan cara ini dengan alasan protes dari aksi pembajakan musik di tanah air. Lalu album “A Night at Schouwburg” dirilis untuk memperingati hari jadi mereka yang ke-13. Album ini dirilis pada 22 Oktober 2008 di Gedung Kesenian Jakarta.

Kencan Pertama

Tak sabar ku menunggu ‘tuk berjumpa (tak sabar ku ‘tuk berjumpa)
Pergi ke rumah kekasihku yang tersayang bawa bunga sekeranjang harum indah menawan
Sejuta kata manis yang telah kusiapkan ‘tuk kelak ku katakan pada gadisku seorang
“Kau pelangiku cerah selalu warnamu, secerah hatiku kala ku ingat dirimu.” Dikau kekasih yang cantik nan rupawan (kekasih… rupawan) membuat hati Abang melayang jauh ke awan (jauh ke awan)
Semoga semua ini yang kurasakan (semoga… rasakan) padamu seorang tak bertepuk sebelah tangan (sebelah tangan)
“Kau pelangiku cerah selalu warnamu, secerah hatiku kala ku ingat dirimu.” Tak sabar ku menunggu ‘tuk berjumpa (tak sabar ku ‘tuk berjumpa…jumpa denganmu)
Berjumpa dengan dirimu seorang (jumpa dirimu seorang)
Waktu terasa panjang saat jumpa menjelang
Tak sabar menunggu ‘tuk berjumpa (tak sabar menunggu ‘tuk berjumpa)

Anda mungkin juga suka...