Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

“Sheila” sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan “temannya Sheila ya ?!”, dan Eross pun menjawab “kamu temannya Sheila juga ya ?!”, sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”,“on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Sheila On 7 sekarang adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), Adam (bass).

Kita

Disaat kita bersama, diwaktu kita tertawa menangis merenung, oleh cinta
Kau coba hapuskan rasa, rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku, juga
Mimpiku
Biarlah biarlah, hariku dan harimu
Terbelenggu satu oleh ucapan manismu

Reff :
Dan kau bisikkan kata cinta
Kau telah percikkan, rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat, rasa hina

Sekilas kau tampak layu, jika kau rindukan gelak tawa yang warnai
Lembar jalan kita

Reguk dan reguklah, mimpiku dan mimpimu
Terbelenggu satu, oleh ucapan janjimu

Reff :
Dan kau bisikkan kata cinta
Kau telah percikkan, rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat, rasa hina

Reff :
Dan kau bisikkan kata cinta
Kau telah percikkan, rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat, rasa hina

Dan kau bisikkan kata cinta
Kau telah percikkan, rasa sayang
Akankah kita seirama
Saat terikat, rasa hina

Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

“Sheila” sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan “temannya Sheila ya ?!”, dan Eross pun menjawab “kamu temannya Sheila juga ya ?!”, sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”,“on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Sheila On 7 sekarang adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), Adam (bass).

Bila Kau Tak di Sampingku

Tak seharusnya kita berpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Kar’na diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… Itu

(*)Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku
Luapkan kepadaku

Reff:
Tak’kan kubiarkan kau menangis
Tak’kan kubiarkan kau terkikis
Terluka perasaan oleh semua ucapanku
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksud untuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak di sampingku

Ke (*)
Reff
Bila kau tak di sampingku
Bila kau tak di sampingku
Bila kau tak di sampingku

Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

“Sheila” sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan “temannya Sheila ya ?!”, dan Eross pun menjawab “kamu temannya Sheila juga ya ?!”, sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”,“on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Sheila On 7 sekarang adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), Adam (bass).

Anugerah Terindah

Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas dimataku
Warna – warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlukis jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s’lalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

* :
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu

Back to * :

Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

“Sheila” sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan “temannya Sheila ya ?!”, dan Eross pun menjawab “kamu temannya Sheila juga ya ?!”, sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”,“on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Sheila On 7 sekarang adalah Brian (drum), Eross (guitar), Duta (vocal), Adam (bass).

Dan

Dan….bila esok…datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Dan…perlahan kaupun lupakan aku
Mimpi burukmu…dimana t’lah ku tancapkan duri tajam
Kaupun menangis…menangis sedih
Maafkan aku

Dan…bukan maksudku…bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu…menepikanmu
Maafkan aku….

Reff :
Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan…bukan maksudku…bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu…menepikanmu
Maafkan aku….

Gigi terbentuk pada 22 Maret 1994 dan beranggotakan Armand Maulana (vokalis), Baron Arafat (gitaris), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramadhan (bassis), dan Ronald Fristianto (drummer). Nama GiGi itu sendiri mereka ambil setelah mereka tertawa terbahak-bahak mengomentari nama Orang Utan yang hampir saja menjadi nama band mereka. Album perdana mereka keluar pada tahun tersebut juga dengan diberi judul “Angan” yang berisikan 9 lagu.

Gigi, yang berumur hampir dua dekade, jelas sudah banyak berkontribusi di dunia permusikan Indonesia. Terhitung, dua puluh album sudah dirilis olehnya. Beberapa album Gigi antara lain “Angan” (1994), “2×2” (1997), “Peace, Love & Respect” (2007), “Jalan Kebenaran” (2008) dan “Sweet 17” (2011). Berbagai penghargaan pun, dari gelar “Band Terbaik” sampai “Penjualan Album Terbanyak” sudah kenyang diterima Gigi.

Di ulang tahunnya yang ke 15 tahun, Gigi meluncurkan sebuah buku setebal 429 halaman berjudul “15 Tahun Gigi”. Buku tersebut mengulas sejarah dan perjalanan karir Gigi dari awal pembentukan sampai menginjak usia yang ke-15. Selain itu, Gigi juga memperingati hari jadinya itu dengan mengadakan konser yang mengundang 15 artis sebagai bintang tamu.

Menginjak di usia yang sudah ke 18 tahun, Gigi masih menunjukkan keeksisannya. Band ini menyabet dua penghargaan di “Dahsyatnya Awards 2012” sebagai “Legend Terdahsyat” dan single “Bye Bye” (2011) sebagai pemenang “Video Klip Terdahsyat”.

Hilang

Dunia
Mengatakan terlambat
Diriku disini
Pintupun semua
Telah terkunci
Menyakitkan harapan
Dan semua keinginan
Terbang menjauh
Tujuan arah yang aku tempuh
Lenyap sekejap

O..wo..wo
Padamu aku memohon dan memohon
O..wo..wo
Tuk luruskan keadaan ini
O..wo..wo
Padamu aku memohon dan memohon
Beri damai hati ini

Surampun aku rasakan
Dekap langkah-langkahku
Sesalku semakin sesak
Membuat mereka tertawa