Lirik Lagu Indo

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu “Berakit-rakit” dan “Terima Kasih”, sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.
Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu” di Indonesia.

Waktuku Mandi

Waktuku mandi, sambil nyanyi nyanyi
Lagu ga’ karuan malah kayaknya kampungan
Lagi asyik nyanyi ada yang memanggil
Aku lempeng aja malah suara makin tinggi

Pintu digedor… k’palaku nongol… astaghfirullah

Reff I:
Pak RW datang bawa polisi
Aku diseret dari kamar mandi
Tanpa handuk, tanpa baju

Kata mereka nenek sebelah mati
Waktu ngedenger aku lagi nyanyi
Karena suaraku jantung si nenek kumat lagi

Besoknya mandi enggak pake nyanyi
Hanya siul siul biar badan ga menggigil
Lagi asyik nyiul, ada yang memanggil
Aku lempeng ajah malah nyiul makin kenceng

Di gedor lagi… k’palaku nongol… ya Masya Allah

Reff II:
Pak RW datang bawa polisi
Diseret lagi dari kamar mandi
Tanpa handuk, tanpa baju

Kata mereka aku mau nyuri
Waktu ku nyiul pasti lagi manggil
Karena siulku, burung tetangga jadi kabur

Besoknya lagi, jadi males mandi
Biar gatel gatel banyak panu ‘gak peduli…

Kembali ke Reff I

Kembali ke Reff II

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu “Berakit-rakit” dan “Terima Kasih”, sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.
Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu” di Indonesia.

Kabari Aku

Aku di sini, dan engkau di sana
Membentang luas samudra biru, memisahkan kita
Ingin ku, berenang ke kotamu,
Tapi pasti tenggelam dan kau sedih

Kirimi aku, kabarmu di sana,
Lewat telepon, surat, faksmili, ngobatin rinduku
Kirim juga, foto ukuran jumbo,
Biar nanti ku pajang di kamarku

Chorus:
Ngurangin beban ini
Ngurangin sesak ini
Ngurangin rasa ingin bertemu
Enggak perlu curiga,
Karna tahu kau masih,
Memegang janji yang dulu pernah kita s’pakati

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

Aku di sini, kau ada di sana
Membentang luas samudra biru, memisahkan kita
Ingin ku, terbang bersama angin
Tapi nanti, tersesat dan kau sedih

Chorus:
Ngurangin beban ini
Ngurangin sesak ini
Ngurangin rasa ingin bertemu
Enggak perlu curiga,
Karna tahu kau masih,
Memegang janji yang dulu pernah kita s’pakati

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu “Berakit-rakit” dan “Terima Kasih”, sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.
Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu” di Indonesia.

Putri

Putri, gadis belia yang baru melek
Jadi liar karena ingin keren
Dan dibilang…….Trendi

Putri, harusnya kamu ada di rumah
Isi P.R. atau les Fisika
Bukan di …..Diskotik

*Sgala macam kau coba asal bau USA
Dari Red Label hingga tanpa B.H.
Tingkah laku berubah serasa hidup di L.A.
Dan kau pun bangga

Putri, sayang tubuhmu koq digratisin
Hanya untuk kejar satu kata
Biar di bilang …sexi..

**Sgala macam kau suka asal bau USA
Bercinta di DRIVE In, sambil Week End
Semua teman pria mu mirip Junkis di L.A.
Dan kau pun tertawa

Reff:
Ini konyol namanya
Hampir, tak ada tujuan pasti
Jadi, apa yang kau cari
Mungkin kau wiraswasta tubuh
Atau kau nikmati sendiri

Putri, wajahmu memelas pucat pasi
Mengurung diri dalam kamarnya
Dan dibilang …..Bunting

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu “Berakit-rakit” dan “Terima Kasih”, sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.
Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu” di Indonesia.

Berakit-rakit

Aku masih disini diatas bumi ini
Temanku makan tidur “ee” dan segalanya
Merdekalah katanya

Tapi aku tak bisa nyanyi di rumah sendiri
Tubuh pasti luka atau jadi berita
Dijemput dan menghilang

*Ini jamannya shabu-shabu
Bukan dijaman batu
Atau kisah si Rambo

Ini bukan kisah sinetron
Yang sabar slalu menang
Di akhir episode

Reff:
Berakit-rakit kita ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit dahulu
Senangpun tak datang
Malah mati kemudian

Aku tetap bernyanyi tapi hanya dihati
Biar cacing diperutku bisa tahu
Merdekalah tempatnya

Kembali ke *

Jamrud adalah band cadas yang berasal dari Indonesia, pertama kali terbentuk pada tahun1989 di Cimahi, Jawa Barat dengan nama Jamrock. Jamrud sejak terbentuknya didepani oleh ‘Azis’ Mangasi Siagian (gitar) dan ‘Ricky’ Teddy (bass) dan dikenal sebagai grup musik yang sukses mengusung musik cadas sebagai musik populer di Indonesia pada tahun 90-an

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu “Berakit-rakit” dan “Terima Kasih”, sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.
Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel “Surti-Tejo” dan “Pelangi di Matamu” di Indonesia.

Senandung Raja Singa

Sabtu minggu menahan malu Dan juga derita, waduh ngga’ tahan Pipis pun
Pedih, badan meriang Gatel melulu [Gatel melulu]

Bapak Ibu ngga’ pernah nitip Perlengkapan tempur, aduhai sayang
Enaknya dikit, enaknya dikit Sakitnya lama [Sakitnya lama]

Ya tablet, ya puyer ya salep Semuanya kucoba [teng tong teng, teng tong
Teng tong teng]
Ke dokter, ke bidan, ke mantri Mereka malah ketawa

Di sana kali di sini bukit
Mengalir air berbuih
Maksud hati hanya petting
Si buyungnya minta lebih

Beli keset, beli karpet
Harus naik turun bukit
Lupa pake si jaket karet
Jadinya “anu”ku sakit